Kategori Berita, Headline, Hot News, Sticky News

Makna Hariti dalam Relief

LogoUGMWarna-150x150Bertempat di Gedung Margono Fakultas Ilmu Budaya UGM, pada tanggal 26 Februari 2016 yang lalu, Departemen Arkeologi mengadakan diskusi bulanan  dengan mengangkat tema “Rekonstruksi Makna Relief Hariti di Candi-candi di Jawa”. Bertindak sebagai pembicara dalam kesempatan tesebut adalah dosen arkeologi yang mengambil spesialisasi di bidang arkeologi Hindu-Buddha, Dwi Pradnyawan, S.S., M.A.

Dalam diskusi tersebut, Dwi Pradnyawan mencoba memaknai ulang representasi Dewi Hariti di Candi Mendut dan Candi Banyunibo dengan menggunakan pendekatan perbandingan ekspresi simbolik pada candi-candi Hindu di Jawa pada abad ke-9 dan ke-10. Seperti halnya dengan makna penempatan arca Dewi Durga di sebelah utara, yang diinterpretasi oleh sebagian pakar arkeologi sebagai perlambang makna penyerahan diri, penempatan relief Hariti pada candi-candi di Jawa, menurut Dwi Pradnyawan, juga menyiratkan kesan yang serupa. Hal ini didukung dengan kisah hidup Dewi Hariti sendiri yang dalam mitologi agama Buddha sering digambarkan sebagai dewi yang berasal dari golongan rakshasi. Meskipun demikian, Dwi Pradnyawan mengakui bahwa interpretasi ini mengandung kelemahan karena tidak adanya indikasi yang terdapat dalam relief Hariti di Jawa yang menggambarkan adegan ketika Hariti berubah dari rakshasi menjadi dewi.

Diskusi bulanan perdana untuk tahun 2016 ini dihadiri oleh tidak kurang dari tiga puluh orang mahasiswa dan dosen dari Departemen Arkeologi FIB UGM. Kegiatan serupa dijadwalkan akan diadakan setiap bulan dengan topik dan pembicara yang bervariasi. [f]

Galeri Foto