• Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Departemen Arkeologi
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Staf Pengajar
    • Struktur Organisasi
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Kurikulum Program Studi S-1 Arkeologi
      • Visi & Misi S1
    • Program Master
      • Visi & Misi S2
      • Kurikulum
      • Staf Pengajar S2
    • Panduan Akademik
      • Skripsi
      • Tugas Akhir
      • KKN-PPM
      • Yudisium dan Wisuda
      • Double Degree
  • Mitra
    • Mitra Universitas
    • Mitra Nasional
  • Publikasi
    • Publikasi Dosen
    • Skripsi dan Tesis
    • Majalah Artefak
    • Janus
    • Publikasi Mahasiswa
  • Aktivitas
    • Pengabdian Masyarakat
    • Penelitian Dosen
    • HIMA UGM
    • Berita
  • Admisi
    • Beasiswa
    • Faculty Course
  • Kemitraan
  • Home
  • Berita

Mahasiswa Arkeologi Mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Situs Tinjon

  • Berita
  • 14 Juli 2025, 21.10
  • Oleh : arkeologi

 

 

Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan keahlian mahasiswa dalam bidang arkeologi, sekelompok mahasiswa arkeologi dari angkatan 2023 mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Situs Tinjon, Kecamatan Prambanan. Inisiatif ini, yang berlangsung dari 21 hingga 26 Juni 2025, merupakan syarat penting bagi mahasiswa untuk menyelesaikan mata kuliah Metode Ekskavasi. Program ini juga diikuti oleh beberapa mahasiswa S2 Arkeologi yang ingin mendalami seluk-beluk kegiatan ekskavasi.

Selama KKL, mahasiswa terlibat dalam aspek praktis arkeologi, mempelajari teknik-teknik yang tepat untuk ekskavasi, pengukuran temuan, dan pembuatan laporan lapangan yang sesuai dengan standar dan etika profesi arkeologi. Pengalaman langsung ini sangat penting bagi mahasiswa, karena menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi di dunia nyata, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan pendidikan berkualitas dan pelestarian warisan budaya.

Meskipun telah menjalani beberapa sesi praktik ekskavasi di kampus, tantangan yang dihadapi di lapangan memberikan peluang belajar yang tak ternilai bagi para mahasiswa. Lingkungan dinamis di Situs Tinjon, yang kaya akan warisan budaya, menghadirkan rintangan unik yang mengharuskan mahasiswa berpikir kritis dan menyesuaikan keterampilan mereka dengan skenario kehidupan nyata. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mereka tetapi juga menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap makna budaya dari pekerjaan mereka.

 

Situs Tinjon, yang dikenal karena kekayaan arkeologinya, menjadi latar belakang ideal untuk upaya pendidikan ini. Mahasiswa dapat menjelajahi konteks sejarah situs tersebut, memahami pentingnya dalam narasi yang lebih luas tentang warisan budaya Indonesia. Berinteraksi dengan komunitas lokal dan mempelajari sejarah situs menambah kedalaman pengalaman pendidikan mereka, menyoroti keterkaitan antara pendidikan dan pelestarian budaya.

Sepanjang minggu, mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk layouting situs, penggalian kotak, pelaporan artefak, serta pembuatan laporan kegiatan lapangan. Selama di lapangan, mahasiswa juga dibimbing oleh dosen dan asisten ekskavasi yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan di lapangan.

KKL juga memberikan platform bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan berbagi wawasan dengan rekan-rekan mereka. Kehadiran mahasiswa S2 memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman yang kaya, mendorong lingkungan belajar yang kolaboratif. Aspek mentorship ini sangat penting dalam mengembangkan generasi arkeolog berikutnya yang tidak hanya terampil dalam bidangnya tetapi juga sadar akan implikasi etis dari pekerjaan mereka.

Seiring berjalannya minggu, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca yang tidak terduga hingga tuntutan fisik dari ekskavasi. Namun, pengalaman ini dihadapi dengan ketahanan dan kerja sama, memperkuat pentingnya kolaborasi di bidang arkeologi. Kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi rintangan adalah keterampilan vital yang akan dibawa mahasiswa ke dalam karir masa depan mereka.

Sebagai kesimpulan, Kuliah Kerja Lapangan di Situs Tinjon merupakan sukses besar, memberikan mahasiswa pemahaman komprehensif tentang metode ekskavasi sambil menekankan pentingnya warisan budaya. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan akademis mahasiswa tetapi juga sejalan dengan tujuan yang lebih luas dari pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan dan pelestarian budaya. Saat para arkeolog masa depan ini melanjutkan studi mereka, mereka pasti akan membawa pelajaran yang dipelajari dari pengalaman ini ke dalam kehidupan profesional mereka, mengadvokasi perlindungan dan penghargaan terhadap warisan budaya Indonesia yang kaya.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Camella Sukma Dara: Alumni Arkeologi UGM Paparkan Konservasi Tekstil Museum Indonesia

AlumniBerita Sabtu, 13 Desember 2025

Alumni Program Studi Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Camella Sukma Dara, S.S., M.A., menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Konservasi Cagar Budaya yang diselenggarakan pada 13 Desember 2025.

Arkeologi UGM Terima Kunjungan Mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana

Berita Sabtu, 22 November 2025

Program Studi Arkeologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan akademik dari Gloria, mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana, pada 21 November 2025. Kedatangan Gloria Rosniat Waruwu disambut langsung oleh Ketua Program Studi S1 Arkeologi UGM, Dr. Mahirta, M.A.

Dr. Mimi Savitri Buka Diskusi Ilmiah Arkeologi: “Merangkai Jejak dan Menjaga Warisan Budaya”

Berita Kamis, 13 November 2025

Yogyakarta, 11 November 2025 Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bersama Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda DIY–Jateng menyelenggarakan Diskusi Ilmiah Arkeologi bertema “Merangkai Jejak dan Menjaga Warisan Budaya” pada Selasa (11/11) di Gedung Soegondo, […].

Dua Mahasiswa Arkeologi UGM Raih Prestasi di Ajang Nasional Melalui Inovasi Bisnis dan Teknologi

Prestasi Rabu, 12 November 2025

Yogyakarta, November 2025 — Dua mahasiswa Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Stefani Adelia Tiurma Mukti dan Fauzi Gilang Aldianta, keduanya mahasiswa Arkeologi angkatan 2023, berhasil […].

ARSIP

  • Camella Sukma Dara: Alumni Arkeologi UGM Paparkan Konservasi Tekstil Museum Indonesia
  • Arkeologi UGM Terima Kunjungan Mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana
  • Dr. Mimi Savitri Buka Diskusi Ilmiah Arkeologi: “Merangkai Jejak dan Menjaga Warisan Budaya”
  • Dua Mahasiswa Arkeologi UGM Raih Prestasi di Ajang Nasional Melalui Inovasi Bisnis dan Teknologi
  • Indonesia Persiapkan IPPA Congress 2026: Prof. Anggraeni Sampaikan Pidato di UKSW
Universitas Gadjah Mada

DEPARTEMEN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Sosio-Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: 0274-513096 F: 0274-550451
E-Mail: arkeologi@ugm.ac.id

© DEPARTEMEN ARKEOLOGI UGM