• Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Departemen Arkeologi
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Staf Pengajar
    • Struktur Organisasi
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Kurikulum Program Studi S-1 Arkeologi
      • Visi & Misi S1
    • Program Master
      • Visi & Misi S2
      • Kurikulum
      • Staf Pengajar S2
    • Panduan Akademik
      • Skripsi
      • Tugas Akhir
      • KKN-PPM
      • Yudisium dan Wisuda
      • Double Degree
  • Mitra
    • Mitra Universitas
    • Mitra Nasional
  • Publikasi
    • Publikasi Dosen
    • Skripsi dan Tesis
    • Majalah Artefak
    • Janus
    • Publikasi Mahasiswa
  • Aktivitas
    • Pengabdian Masyarakat
    • Penelitian Dosen
    • HIMA UGM
    • Berita
  • Admisi
    • Beasiswa
    • Faculty Course
  • Kemitraan
  • Home
  • Agenda

Ekskavasi Penyelamatan Candi Tinjon: Upaya Kolaboratif untuk Pelestarian Budaya

  • Agenda, Berita
  • 5 Juni 2025, 10.59
  • Oleh : arkeologi

Dalam sebuah langkah penting menuju pelestarian budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berkolaborasi dengan Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan ekskavasi penyelamatan di situs Candi Tinjon. Inisiatif yang berlangsung pada 25 Mei 2025 ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya di wilayah tersebut, dengan menyoroti pentingnya keanekaragaman budaya dan pendidikan di masyarakat yang sedang berkembang.

Candi Tinjon, sebuah situs bersejarah yang kaya akan nilai budaya, telah menghadapi ancaman dari faktor lingkungan dan pembangunan perkotaan. Proyek ekskavasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk melindungi warisan budaya Indonesia yang beragam, yang sangat penting untuk menumbuhkan rasa identitas dan kepemilikan di antara masyarakat setempat. Kolaborasi antara BPK dan UGM menggarisbawahi pentingnya keterlibatan akademisi dalam upaya pelestarian budaya.

Tim ekskavasi terdiri dari mahasiswa, peneliti, dan sukarelawan lokal, yang bekerja sama untuk mengungkap lapisan sejarah Candi Tinjon. Pengalaman langsung ini memberikan wawasan yang berharga tentang praktik arkeologi dan pentingnya warisan budaya. Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting, karena hal ini menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab untuk melestarikan identitas budaya mereka.

Seiring dengan berjalannya penggalian, tim telah menemukan beberapa artefak yang menjelaskan konteks sejarah candi. Temuan-temuan ini akan berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang keanekaragaman budaya di wilayah tersebut dan narasi sejarahnya. Artefak-artefak tersebut akan didokumentasikan dan dilestarikan untuk tujuan penelitian dan pendidikan di masa depan, memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari penggalian ini dibagikan kepada khalayak yang lebih luas.

Selain pekerjaan arkeologi, proyek ini juga mencakup lokakarya dan seminar yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Acara-acara ini akan menampilkan diskusi tentang peran budaya dalam pembangunan berkelanjutan dan pentingnya keanekaragaman budaya dalam membentuk identitas masyarakat. Dengan mengintegrasikan pendidikan ke dalam proses penggalian, proyek ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan pendidikan berkualitas dan mendorong keragaman budaya.

Dengan berlanjutnya ekskavasi penyelamatan Candi Tinjon, hal ini menjadi pengingat akan pentingnya warisan budaya dalam kehidupan kita. Upaya kolaboratif antara BPK, UGM, dan masyarakat setempat menjadi contoh bagaimana pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap kekayaan keragaman budaya Indonesia.

Kesimpulannya, ekskavasi Candi Tinjon lebih dari sekadar proyek pelestarian; ini adalah perayaan budaya, pendidikan, dan komunitas. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa generasi mendatang mewarisi warisan budaya yang kaya yang mencerminkan keragaman dan sejarah bangsa kita.

Tags: sdgs 11: sustainable cities and communities sdgs 17: partnerships for the goals sdgs 4: quality education

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Prof. Dra. Anggraeni, M.A., Ph.D. Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Arkeologi FIB UGM

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Selasa, 6 Mei 2025 menjadi hari bersejarah bagi Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM). Prof. Dra. Anggraeni, M.A., Ph.D., secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, menandai babak baru yang membanggakan setelah […].

Field School Arkeologi Prasejarah di Lombok Tahun 2023

Berita Selasa, 18 Maret 2025

Pada 2023 lalu Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Field Study yang dilakukan di salah satu situs prasejarah yaitu  Situs Goa Bangkang, Lombok. Kegiatan field study ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada […].

Nurkotimah, Pegiat Budaya yang Menjadi Alumni Berprestasi

AlumniBerita Kamis, 13 Maret 2025

Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya UGM tahun 2025, Nurkotimah, seorang lulusan Program Studi Arkeologi, telah mendapatkan penghargaan sebagai Alumni Berprestasi. Penghargaan ini menyoroti kontribusinya yang signifikan dalam bidang arkeologi dan pelestarian budaya, khususnya […].

Haybah Shabira, Mahasiswa Berprestasi FIB UGM

BeritaPrestasi Kamis, 13 Maret 2025

Pada tanggal 3 Maret 2025, Haybah Shabira, mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Prestasi. Penghargaan bergengsi ini disampaikan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies […].

ARSIP

  • Camella Sukma Dara: Alumni Arkeologi UGM Paparkan Konservasi Tekstil Museum Indonesia
  • Arkeologi UGM Terima Kunjungan Mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana
  • Dr. Mimi Savitri Buka Diskusi Ilmiah Arkeologi: “Merangkai Jejak dan Menjaga Warisan Budaya”
  • Dua Mahasiswa Arkeologi UGM Raih Prestasi di Ajang Nasional Melalui Inovasi Bisnis dan Teknologi
  • Indonesia Persiapkan IPPA Congress 2026: Prof. Anggraeni Sampaikan Pidato di UKSW
Universitas Gadjah Mada

DEPARTEMEN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Sosio-Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: 0274-513096 F: 0274-550451
E-Mail: arkeologi@ugm.ac.id

© DEPARTEMEN ARKEOLOGI UGM