• Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Departemen Arkeologi
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Staf Pengajar
    • Struktur Organisasi
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Kurikulum Program Studi S-1 Arkeologi
      • Visi & Misi S1
    • Program Master
      • Visi & Misi S2
      • Kurikulum
      • Staf Pengajar S2
    • Panduan Akademik
      • Skripsi
      • Tugas Akhir
      • KKN-PPM
      • Yudisium dan Wisuda
      • Double Degree
  • Mitra
    • Mitra Universitas
    • Mitra Nasional
  • Publikasi
    • Publikasi Dosen
    • Skripsi dan Tesis
    • Majalah Artefak
    • Janus
    • Publikasi Mahasiswa
  • Aktivitas
    • Pengabdian Masyarakat
    • Penelitian Dosen
    • HIMA UGM
    • Berita
  • Admisi
    • Beasiswa
    • Faculty Course
  • Kemitraan
  • Home
  • Alumni

Dorong Wisata Gastronomi Lokal, Erwando Abadi Ciptakan Inovasi “Perjamuan Rahasia” di Lokasi Warisan Budaya

  • Alumni
  • 10 Desember 2024, 14.08
  • Oleh : febriskanoor

Erwando Abadi berhasil menarik perhatian khususnya generasi muda di bidang wisata gastronomi dengan inovasi yang diciptakannya yaitu Perjamuan Rahasia. Dengan berbekal keahliannya sebagai peracik minuman herbal dan rempah serta pengetahuan di bidang arkeologi, sosok yang akrab disapa Wando ini mampu menghasilkan inovasi yang menghasilkan suatu fine dining set di lokasi warisan budaya seperti Candi Prambanan. Di sisi lain, banyak pegiat konten yang turut mengantre dalam memesan paket yang dibuat Wando hingga hal ini menjadi keuntungan baginya untuk menaikan eksistensi dari inovasi yang sudah dibuatnya.

Fine dining set yang dibuatnya tersebut memuat makanan pembuka, inti, dan penutup dengan beragam menu olahan yang diraciknya dengan mengadopsi relief di Candi Prambanan. Selain itu, Wando turut memberikan edukasi kepada para tamu yang mengikuti Perjamuan Rahasia agar lebih mengenal makanan khas Nusantara.

“Ada Pondok Sawung yaitu ujung dari kelapa dan ayam yang merupakan representasi dari banyaknya peternakan ayam di sekitaran Prambanan. Kemudian, ada juga Daging Kendhil yang dari Serat Centhini, makanan raja-raja. Ada juga beras merah yang merupakan awalan perdagangan dari bangsa Tionghoa. Kemudian ada urap yang kita ambil dari sekitaran Sungai Opak yang merupakan representasi dari vegetasi di sekitar situ. Ada juga kolak, pohon aren kita ambil dan kolang-kaling sebagai isian, pisang juga. Nah, perubahan-perubahan pada pisang itu juga kita jelaskan yang kita cari seperti apa,” papar Wando.

Sehari-harinya, Wando turut melakukan penelitian di bidang kuliner Nusantara dan turut menjalankan resto kuliner Nusantara yaitu Loka Nusa dengan mengadakan konsep tematik pada menu yang disajikan. Di sisi lain, beragam produk racikan Wando yang dapat dinikmati adalah jamu serta sirup, serbuk, permen olahan rempah.

“Pesan untuk adik-adik di Departemen Arkeologi perbanyak bermain, berjalan-jalan, berelasi, berkoneksi, mencoba hal baru, berani berkembang untuk diri sendiri tanpa takut besok ke depannya mau jadi seperti apa. Semua dilakukan secara mandiri, lagi pula saat ini juga banyak teman-teman yang bisa berdiri sendiri,” papar Wando.

Selain itu, Wando juga menambahkan pesan untuk Departemen Arkeologi untuk terus menambah pengalaman bagi mahasiswa tidak hanya dari segi akademis tetapi juga konektivitas.

Penulis: Febriska Noor Fitriana

Gambar: Febriska Noor Fitriana

Editor: Sektiadi

 

 

Tags: SDG 11: Sustainable Cities and Communities sdgs 17: partnerships for the goals sdgs 8: decent work and economic growth

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Ekskavasi Penyelamatan Candi Tinjon: Upaya Kolaboratif untuk Pelestarian Budaya

AgendaBerita Kamis, 5 Juni 2025

Dalam sebuah langkah penting menuju pelestarian budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berkolaborasi dengan Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan ekskavasi penyelamatan di situs Candi Tinjon.

Prof. Dra. Anggraeni, M.A., Ph.D. Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Arkeologi FIB UGM

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Selasa, 6 Mei 2025 menjadi hari bersejarah bagi Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM). Prof. Dra. Anggraeni, M.A., Ph.D., secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, menandai babak baru yang membanggakan setelah […].

Field School Arkeologi Prasejarah di Lombok Tahun 2023

Berita Selasa, 18 Maret 2025

Pada 2023 lalu Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Field Study yang dilakukan di salah satu situs prasejarah yaitu  Situs Goa Bangkang, Lombok. Kegiatan field study ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada […].

Sony Saifuddin Ramaikan Museum dan Kawal Tim Cerdas Cermat Permuseuman hingga Tingkat Nasional

Alumni Jumat, 20 Desember 2024

  Geliat Sony Saifuddin dalam meramaikan museum sebagai wahana edukasi dan wisata terekam jelas di beragam agenda yang sudah terlaksana seperti peringatan Hari Museum Indonesia 2024 di Museum Kotagede dan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2024 di […].

ARSIP

  • Camella Sukma Dara: Alumni Arkeologi UGM Paparkan Konservasi Tekstil Museum Indonesia
  • Arkeologi UGM Terima Kunjungan Mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana
  • Dr. Mimi Savitri Buka Diskusi Ilmiah Arkeologi: “Merangkai Jejak dan Menjaga Warisan Budaya”
  • Dua Mahasiswa Arkeologi UGM Raih Prestasi di Ajang Nasional Melalui Inovasi Bisnis dan Teknologi
  • Indonesia Persiapkan IPPA Congress 2026: Prof. Anggraeni Sampaikan Pidato di UKSW
Universitas Gadjah Mada

DEPARTEMEN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Sosio-Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: 0274-513096 F: 0274-550451
E-Mail: arkeologi@ugm.ac.id

© DEPARTEMEN ARKEOLOGI UGM