Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada kembali mengirimkan tujuh mahasiswa untuk mengikuti Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) bersama enam program studi arkeologi di Indonesia. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 27 Juli–8 Agustus 2026 di Desa Manyarejo, Kawasan Cagar Budaya Manusia Purba Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini menjadi salah satu wadah pembelajaran lapangan sekaligus kolaborasi penelitian bagi mahasiswa arkeologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mahasiswa yang mewakili Departemen Arkeologi UGM dalam PATI 2026 yaitu Agatha Kiara Christy dan Muhammad Miftah Syafiq pada bidang Arkeologi Murni, Zeldera Tahani Sifa, Helena Ken Grace Natalie, dan Galih Nugroho pada bidang Museum, serta Nur Sulistyaningsih dan Sarah Jasmine Kahiking pada bidang Konservasi. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa akan didampingi oleh Dr. Mahirta, M.A., Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A., dan Sektiadi, S.S., M.A. sebagai dosen pendamping dari Departemen Arkeologi UGM.
Mengusung tema “Menggali Horison Budaya Masa Lalu Sangiran”, PATI 2026 akan berfokus pada kegiatan ekskavasi penyelamatan, konservasi, serta pengembangan model museum terbuka dan pengelolaan situs berbasis masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan, memperluas jejaring dengan mahasiswa arkeologi dari berbagai perguruan tinggi, serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam penelitian maupun pelestarian warisan budaya Indonesia.