Workshop on Palaeography and Epigraphy “How to Read an Inscription?”

Written by arkeolog. Posted in Berita, Headline, Hot News, Sticky News, Workshop

Kemarin, Jumat (21/7), seorang arkeolog kaliber dunia, Jeffrey Sundberg dari Arizona University telah menyampaikan kritik mengenai salah satu isi dari Prasasti Siwagrha yang dipublikasi oleh J.G de Casparis kurang lebih 60 tahun yang lalu. Jeffrey mengkritisi salah satu bagian dari Prasasti Siwagrha yang ditransliterasi oleh Casparis sebagai kata ‘Balaputradewa’. Untuk lebih menggali tentang tips, trik dan cara membaca prasasti, maka pada Sabtu (22/7) diskusi dilanjutkan lagi dengan tema “How to Read an Inscription?”.

Diskusi yang dimulai pukul 09.00 di Ruang Departemen Arkeologi (Gd. Margono lt.1) ini mengupas secara tuntas tentang seluk-beluk dan rumit-asiknya membaca prasasti. Menurut Jeffrey, sangatlah penting bagi orang-orang Indonesia sendiri untuk menggali dan membaca lagi prasasti-prasasti yang pernah diterbitkan, karena siapa tahu ada beberapa ungkapan yang bisa saja dibaca secara berbeda dan akan mengubah sejarah klasik di Indonesia.

“Don’t work alone, more eyes are better” pesan Jeffrey. Sebaiknya membaca prasasti tidak dilakukan seorang diri, melainkan dengan “berkelompok”. Hal ini dimaksudkan agar muncul berbagai pandangan mengenai huruf yang tampak, apalagi pada prasasti yang sudah aus. Harapannya agar pembacaan prasasti dapat lebih akurat dan datanya terkumpul dengan baik.

Topik-topik menarik telah dibahas dalam workshop Sabtu pagi ini. Mulai dari Prasasti Pinakinlinga, Dinoyo, Shankara, Sojomerto, aksara Siddham, teknologi RTI, hingga Buddha Esoteris. Peserta dan Jeffrey sendiri sangat antusias dalam kesempatan ini. Tanya jawab pun tidak bisa dihindari. “This is kind of Saturday Morning Entushiastic”, salah satu ungkapan yang kerap diulang Jeffrey di tengah hingga akhir acara.

Terimakasih kepada Jeffrey Sundberg selaku pembicara dan tentunya Departemen Arkeologi UGM yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Semoga di lain waktu diskusi dan workshop dapat diadakan kembali.
Dan jangan lupa, mengutip pesan Jeffrey di akhir acara, ‘Jangan pernah lelah untuk terus berlatih membaca prasasti dan aksara kuno lainnya. You just have to be a little bit ambitious and curious! And then you’ll find something great!”

Galeri Foto