Kategori Headline, Sticky News

Mitos Baru Dunia Akademik

Logo-Dies-Natalis-FIB-70Pada Sidang Terbuka Senat Fakultas untuk memperingati tujuh puluh tahun FIB UGM, staf Departemen Arkeologi, yaitu Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A., menyampaikan pidato dies natalis. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Daud menyampaikan bahwa posmodernisme kemudian membuka peluang bagi pseudosain. Namun, berbeda dari suara-suara minoritas lain yang mendapatkan pengakuan dalam aras posmodernisme, pseudosain terlalu sulit untuk diterima karena berbagai permasalahan.

Meski demikian, dunia akademik juga melakukan hal yang mirip dengan pseudosain, terutama dalam peraihan ranking internasional dengan melakukan benchmarking dan tolok ukur perguruan tinggi ternama dari luar negeri. Dengan mengingatkan kepada tujuan pendidikan nasional pada UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, mengapa kita tidak menyusun sendiri tolok ukur tersebut, dan melihat apakah perguruan tinggi berkontribusi terhadap cita-cita tersebut.

Acara Sidang Terbuka tersebut diselenggarakan di Auditorium FIB UGM, 3 Maret 2016. Dalam kesempatan peringatan Dies Natalis ke-70 tersebut, seorang mahasiswa dari Program Studi S1 Arkeologi mendapatkan anugerah sebagai mahasiswa berprestasi, yaitu Lannang Kurnia Jati. [z]

Galeri Foto