Kategori Agenda, Headline, Hot News

Pameran Sangkulirang di Kutai Timur, Kaltim

enggang2-150

Si Enggang, maskot pameran hasil rancangan tim.

Menuju World Heritage

Sangkulirang-Mangkalihat adalah satu kawasan karst di Kalimantan Timur. Di tempat tersebut terdapat gua-gua yang mengandung temuan arkeologis. Yang membuat gua-gua tersebut istimewa adalah adanya lukisan dinding gua yang merupakan temuan pertama dari fitur arkeologi sejenis di wilayah Kalimantan.

Untuk melindungi kawasan penting tersebut, pemerintah berupaya memasukkannya ke dalam daftar Warisan Dunia dari Unesco. Sebagai langkah awal dari upaya tersebut diselenggarakan seminar di Balikpapan yang mengundang berbagai pihak terkait, juga diselenggarakan pameran di Sangatta. Kota ini adalah ibukota Kabupaten Kutai Timur, salah satu wilayah yang menaungi wilayah karst tersebut.

Pameran tentang alam dan budaya Sangkulirang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kutai Timur, bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Kerjasama dengan Jurusan Arkeologi FIB UGM  adalah hasil Nota Kesepahaman antara BPCB Samarinda (dilakukan oleh Drs. I Made Kusumajaya, M.Si. selaku kepala) dan Fakultas Ilmu Budaya UGM (dilakukan oleh Dr. Pujo Semedi H.Y., M.A. selaku dekan).

Dengan mengambil judul “Alam dan Budaya Sangkulirang: Dari Tapak Purba hingga Jejak Masa Kini”, pameran ini diselenggarakan dalam rangka sosialisasi potensi dan nilai penting kawasan karst Sangkulirang beserta keperluan pelestariannya. Karena pelestarian merupakan tanggung jawab semua pihak, maka pameran ini juga mengusung pendidikan warisan budaya melalui berbagai pajangan pasif maupun interaktif dan eksperimental.  Pameran ini juga ditujukan untuk mengajak generasi muda agar menyampaikan aspirasinya berkait dengan rencana pengusulan Sangkulirang sebagai World Heritage atau Warisan Dunia.

Peranserta Jurusan Arkeologi FIB UGM

Satu tim yang terdiri atas empat orang dosen (Tjahjono Prasodjo sebagai ketua tim pameran, D.S. Nugrahani yang bertanggung jawab atas materi isi, Sektiadi yang mengarahkan artistik, dan Jujun Kurniawan yang mengelola logistik) dan sembilan orang mahasiswa (Amukti Palapa Aji, Anggara Nandiwardana, Damai Tegar Muslim, Danar Arief, Galih Sekar Nagari, Helmi Yanuar DP, Rooselinda Octina, Sinta Akhirian, dan Yoses Tanzaq) mengelola pameran ini. Sementara itu, Ketua Jurusan Arkeologi FIB UGM (Dr. Mahirta, M.A.) bertindak sebagai penanggung jawab dan Dekan FIB (Dr. Pujo Semedi H.Y., M.A.)  menjadi pelindung kegiatan ini.

Bagi pihak Jurusan Arkeologi, kerjasama ini memberi peluang untuk melakukan kegiatan Tridharma, terutama kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu, mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan ini mendapatkan peluang untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dan memperoleh pengalaman praktis dalam penyelenggaraan pameran.

Tim kecil ini bertanggung jawab sejak pembuatan konsep hingga implementasi di lapangan. Kegiatan meliputi perencanaan, pembuatan alur cerita (story line), pemilihan objek atau pengadaan properti, perancangan dan pembuatan poster serta label, pengadaan logistik, perancangan dan pengadaan bahan-bahan aktivitas bagi pengunjung, perancangan publikasi dan cinderamata, hingga pemasangan (instalasi) pameran di lokasi. Riset dan survei menjadi bagian penting dari persiapan pameran ini sehingga sejak jauh hari telah dicari tahu berbagai hal, mulai dari materi pameran hingga logistik.

persiapan pameran sangkulirang

Ketua Jurusan berdiskusi dengan tim saat persiapan. Semua berpikir, mengajukan konsep, dan bekerja keras.

 

persiapan pameran sangkulirang

Salah satu persiapan adalah mengamati pameran lain untuk mencari inspirasi dan belajar dari apa yang mereka kerjakan

 

persiapan pameran sangkulirang

Di tengah ganasnya serbuan nyamuk Sangatta, pengerjaan properti pameran di kompleks rumah adat milik Disporapar Kutim.

 

persiapan pameran sangkulirang

Para pemasang stiker perlu berhati-hati karena kami akan menjadi pesaing bisnis mereka…

 

persiapan pameran sangkulirang

Pengerjaan hardware, mendirikan 80-an panil bersama tim BPCB Samarinda.

pameran sangkulirang

Bagian depan pameran setelah semua objek dan label selesai dipasang.

 

pameran sangkulirang

Bagian lain dari pameran. Di kiri dan kanan bawah adalah meja aktivitas untuk pengunjung.

 

pameran sangkulirang

Foto bahagia sebagian pekerja yang telah memeras tenaga dan pikiran: tim BPCB Samarinda, Disporapar Kutim, dan Jurusan Arkeologi FIB UGM.

 

Dibuka bupati, dibanjiri siswa sekolah

Pameran tersebut mengambil lokasi di Gedung Serba Guna yang megah di Bukit Pelangi, kompleks kantor pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Sangatta, Kalimantan Timur. Bupati Kutai Timur berkenan membuka dan meninjau pameran ini pada tanggal 3 Oktober 2013.  Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata secara proaktif mengundang siswa SMP-SMA di sekitar Sangatta untuk mengunjungi. Alhasil, pameran yang diselenggarakan hingga tanggal 9 Oktober ini dipadati tidak kurang dua ratus orang pengunjung setiap hari.

Para pengunjung siswa ini cukup aktif berpartisipasi dalam pameran. Selain mengamati pameran, mereka juga mengisi kuis, polling, dan mengerjakan berbagai aktivitas lain, termasuk sekedar mengguncang angklung yang sengaja disediakan untuk dicoba.

Pameran uji coba: pendukung seminar internasional

Sebelum pameran di Sangatta diselenggarakan, tim Arkeologi UGM juga telah berpartisipasi dalam seminar internasional berkait dengan Sangkulirang dan World Heritage di Balikpapan, dengan menyelenggarakan sebuah pameran. Meski materi yang ditampilkan tidak banyak, pameran kecil yang diselenggarakan di lobi ruang pertemuan ini menyedot perhatian peserta pameran pada saat rehat. Pameran fokus kepada menampilkan potensi Sangkulirang dan masalah Warisan Dunia sesuai dengan tema seminar. [z]

 

pameran sangkulirang

Eksekusi pertama – lobi hotel La Grandeur, Balikpapan.

 

Galeri Foto