Kategori Agenda, Berita, Hot News

Mengelola iklim ruang museum

Logo Hanoman-150Museum mengelola berbagai artefak yang merupakan aset berharga yang harus dijaga. Akan tetapi, besar kemungkinan objek-objek penting tersebut rentan terhadap kondisi iklim ruangan tempat museum menyimpan benda-benda tersebut. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengelola iklim ruang agar benda-benda museum dapat bertahan.

Menyadari hal itu, Jurusan Arkeologi FIB UGM bekerjasama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Cultural Heritage Agency Belanda dan Tropenmuseum Belanda menyelenggarakan workshop ‘Pengelolaan Resiko Iklim Ruang”. Dibuka oleh Direktur PCB&P yang mewakili Direktur Jenderal Kebudayaan, workshop ini diselenggarakan sejak tanggal 21 hingga 25 Oktober 2013, di kompleks Benteng Vredeburg Yogyakarta. Beberapa pembicara yang hadir antara lain adalah Daud Aris Tanudirjo dari FIB UGM, Yulianto Purwono Prihatmaji dari FTSP UII, Marc Stapper dan Bart Ankersmit dari CHA, serta Martijn de Ruijter dari Tropenmuseum.

Tidak saja diikuti oleh pengelola museum dan cagar budaya dari Indonesia, workshop ini juga diikuti oleh peserta dari Filipina, Brunei Darussalam, serta Belanda, yang berbaur di antara tiga puluh peserta workshop. Selain kegiatan di kelas, peserta juga melakukan kegiatan di beberapa ruang penyimpan koleksi baik di Museum Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan Museum Gula Jawa Tengah di Klaten.  [z]

Galeri Foto